Amal Dusta
Ternyata tidak sedikit Insan di bumi yang mengharapkan agar diri mereka dianggap seperti ini atau seperti itu. padahal harapan tersebut hanya mendatangkan kekecewaan bagi diri sendiri maupun orang lain, bahkan harapan tersebut seolah menceburkan diri sendiri ke dalam liang kebodohan.
Ada sebuah contoh tentang seorang yang sombong. Ia berusaha bersikap agar dianggap sebagai orang yang tidak sombong oleh orang lain. Maka sungguh sikap yang demikian itu tetap saja tidak pernah keluar dari ranah kesombongan. Sebab dasar pertama untuk berpura-pura agar dianggap tidak sombong tersebut lahir dari kesombongan itu sendiri.
Maka untuk menghindari amal dusta, hendaklah bersikap apa adanya secara tulus dan mengikuti tuntunan Islam tanpa ada keberpura-puraan. Jika memang dalam hati terselip unsur sombong atau riya, upayakan agar hati kembali bersih dari sifat sombong atau riya tersebut, bukan dengan cara harus “berakting” sebagai orang yang seolah-olah tidak sombong atau tidak riya. Islam merupakan agama yang bersih. Oleh sebab itu bersihkan hatimu dari segala kotoran yang melekat.
Umar bin Khattab ra berkata,
“barangsiapa yang bergaya (yaitu menunjukkan sesuatu keutamaan atau kebaikan) pada manusia, yang Allah tahu bahwa orang tersebut tidak demikian, maka Allah akan membongkar keburukannya.”
(Taariikh Dimasyq 32/72. Nashbu Raayah 4/81)
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Sumber : Dari Kuntum menjadi Bunga (Ibnu Basyar)
Diolah oleh : Humas SMAIT Al Huda
✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨
