SMAIDA Goes to Paris van Java

SMAIT Al Huda pekan lalu mengadakan kegiatan outing class di kota Kembang Bandung. Berangkat hari Selasa (22/11), rombongan sampai di Bandung pada hari Rabu (23/11) pagi. Tujuan pertama dari outing class kali ini adalah Masjid Raya Bandung. Selain untuk melaksanakan ibadah sholat dhuha, siswa-siswi juga belajar tentang pentingnya taman dalam sebuah struktur tata kota. Halaman masjid yang indah membuat para siswa-siswi, termasuk ustadz/ah, berdecak kagum.

Setelah dari masjid Raya Bandung, rombongan menuju Museum Konfrensi Asia-Afrika yang letaknya tidak jauh dari masjid. Di museum KAA, siswa-siswi belajar tentang sejarah perjalanan dan pentingnya posisi Indonesia dalam percaturan politik dunia. Dimana Presiden Soekarno memimpikan negara-negara merdeka baru yang benar-benar merdeka, tanpa memiliki ketergantungan terhadap Blok Barat maupun Timur. Cikal bakal gerakan yang akhirnya menjadi Gerakan Non-Blok.

Masih di hari pertama, kunjungan terakhir di hari pertama adalah kunjungan ke Kampus Institut Teknologi Bandung, atau yang lebih dikenal dengan nama ITB. Dalam kunjungan kampus kali ini, siswa-siswi mendapatkan gambaran baru tentang dunia mahasiswa, terutama ITB. Gambaran tentang proses menuju menjadi, ketika menjadi, dan pasca menjadi mahasiswa ITB. Semua terpapar secara gamblang dalam penjelasan yang dipaparkan oleh pihak ITB.

kunjungan KAA

20161123_130614

Hari Kedua

Di kunjungan pada hari kedua, Kamis (24/11), para siswa-siswi mengunjungi Gunung Tangkuban Perahu. Di Gunung Tangkuban Perahu, siswa-siswi bisa menikmati pemandangan yang indah di sekitar kawah. Udara yang sejuk disertai bau belerang khas kawah, membuat suasana semakin menyenangkan.

20161124_141604

20161124_153746

Rombongan lalu beranjak ke Saung Udjo. Tempat pusat kesenian angklung dilestarikan. Siswa-siswi juga diajak bermain angklung, tentu dengan dipandu oleh pihak di Saung Udjo. Dalam kunjungan kali ini, siswa-siswi diajak untuk lebih mencintai kesenian asli Indonesia. Apalagi kesenian angklung sudah masuk dalam situs warisan dunia versi UNESCO.

Sebagai kunjungan penutup di Kota Kembang, siswa-siswi menuju Museum Geologi untuk mempelajari berbagai peninggalan sejarah yang terkubur di bumi Indonesia.Baik itu berupa fosil-fosil makhluk hidup, jenis bebatuan, dan berbagai jenis peninggalan lain yang terkandung. Rombongan sampai kembali ke Kota Gaplek pada hari Jum’at (25/11) siang dengan selamat.

Ustadz Hasan Mastuki selaku Waka Kurikulum, menyatakan bahwa kegaitan outing class berbeda dengan kegiatan study tour. Dimana tempat-tempat kunjungan lebih terfokus pada sarana edukasi, bukan wisata semata. Sehingga siswa-siswi diharapkan banyak menyerap ilmu-ilmu baru dengan belajar secara langsung ke lapangan.

img-20161126-wa0018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *