Lelaku Berpeci Hitam🪶
Dalam sebuah kajian dakwah, terlihat sosok seorang dai yang berpembawaan teduh dan menenangkan sedang menyampaikan sebuah hadist. Tiba-tiba, ada seorang peserta kajian yang menyela, “Maaf, hadist yang anda sampaikan derajatnya dhaif (lemah)”
Sang Dai berwajah teduh tersebut hanya diam sambil mengangguk kecil. Tidak melakukan pembelaan, apalagi mendebat si penyela. Setelah kajian usai, sang dai yang terkenal dengan peci hitamnya mendatangi peserta kajian yang menyela tadi. Kemudian, ia mengajak peserta itu pergi ke rumahnya. Sesampainya di rumah, mereka melakukan perbincangan santai.
Sang dai menunjukkan sebuah kitab hadist. Ia membuka halaman tertentu lalu menunjukkan hadist yang disampaikannya di forum kajian. Setelah meneliti dengan cermat, peserta yang menyela dalam forum kajian sang dai berseru kaget, “Mengapa Tuan tidak membantah kritikanku dalam forum kajian tadi?”
Sang Dai berujar, “Karena menjaga perasaan orang lain jauh lebih penting daripada membela diri“
Alangkah indah apabila kita sama-sama menjaga perasaan dengan ketinggian dan keharuman akhlak mulia. Sang Dai berpeci hitam tersebut adalah Imam Syahid Hasan Al Banna.
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Sumber : Dari Kuntum menjadi Bunga (Ibnu Basyar)
Diolah oleh : Humas SMAIT Al Huda
✨✨✨✨✨✨✨✨✨✨
